Pengetahuan Islami

Keberadaan Makam Syech Subakir

M. Syaiful Rohman, S.Pd.I | Sabtu, 23 Maret 2013 - 23:10:05 WIB | dibaca: 610 pembaca

Tidak ada yang tahu pasti dimana makam syech Subakir. Ada yang mengatakan bahwa beliau wafat di Persia tahun 1462 Sedangkan yang ada di Indonesia dan diziarahi oleh masyarakat adalah situs-situs peninggalannya. Tetapi ada yang berpendapat bahwa beliau wafat di pulau Jawa. Yang mana yang benar, Wallahualam.

Di pulau Jawa sendiri terdapat dua makam yang berbeda, makam pertama terletak di pemakaman Beji Benowo daerah pegunungan Tidar, Magelang, Jawa Tengah. Dan makam lainnya terletak di Tanjung Awar-Awar Desa Pereng, Kecamatan Bulu, Tuban.

Pusara Syech Subakir di Tuban

Lalu siapakan Syech Subakir? Syech Subakir merupakan tokoh pertama Islam yang datang ke Pulau Jawa, sebelum kedatangan Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ishak maupun Syech Maulana Magribi dan anggota Wali Songo lainnya. Syech Subakir berdakwah di daerah Magelang Jawa Tengah, dan menjadikan Gunung Tidar sebagai Pesantrennya.

Sebagai ahli Ekologi, Syech Subakir sangat perduli terhadap lingkungan, dan fenomena-fenomena alam semesta. Beliau banyak sekali membaca fenomena-fenomena alam terutama bidang Mountainologi, yaitu ilmu tentang Gunung Berapi. Kalau dalam sains modern, beliau adalah ahli Meteorologi dan Geofisika.

Pada saat itu pemahaman masyarakat awam belum sampai pada sains modern, seperti ilmu ekologi, meteorologi dan geofisika. Sehingga setiap Syaikh Subakir mengadakan penelitian intensif di beberapa Gunung Berapi. Masyarakat kala itu beranggapan bahwa Syaikh Subakir sedang memasang tumbal atau jimat.

Menyadari akan keterbatasan pemahaman masyarakat tentang ilmu ekologi. Syaikh Subakir berulang kali menerangkan kepada masyarakat, bahwa dirinya adalah peneliti lingkungan, dan mentadabburi alam semesta, agar kita bertambah takwa dan mensyukuri nikmat kepada Allah SWT.

Namun kefanatikan masyarakat awam terhadap Syaikh Subakir membuat legenda yang dibumbui cerita-cerita mistik terus berkembang di lingkungan masyarakat.  Akhirnya opini masyarakat awam ini menyebar dari mulut satu ke mulut yang lain.

Dalam legenda yang beredar di Pulau Jawa dikisahkan, Sudah beberapa kali utusan dari Arab yang datang ke tanah Jawa, untuk menyebarkan Agama Islam. Namun   pada umumnya mengalami kegagalan. Penyebabnya masyarakat Jawa saat itu sangat memegang teguh kepercayaannya. Sehingga para ulama yang dikirim mendapatkan halangan yang sangat berat. Sehingga ajaran agama Islam meskipun berkembang tetapi hanya dalam lingkungan yang kecil, tidak bisa berkembang secara luas.

Konon dahulu kala, Pulau Jawa masih merupakan hutan belantara yang sangat angker. Datanglah seorang syech dari Persia yang bernama Syech Subakir. Angkernya pulau Jawa saat itu dipenuhi dengan jin jahat. Kedatangan Syech Subakir ke pulau Jawa asal mulanya hanyalah ingin mensyiarkan Agama Islam. Namun, beliau mengetahui bahwa pulau Jawa masih labil. Banyak gempa di sana-sini. Bahkan Pulau Jawa terasa berguncang-guncang.

Akhirnya, Syech Subakir menaklukkan keganasan Pulau Jawa tersebut dengan mengalahkan jin-jin yang jahat. Disamping itu, beliau menanam sebuah paku ghaib agar pulau Jawa tidak berguncang-guncang. Setelah paku ditanam, maka pulau Jawa sudah stabil. Konon ada tiga paku yang ditanam oleh Syech Subakir. Salah satu paku ghaib tersebut konon berada di wilayah Magelang.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)